Trik Jitu Hindari Sanksi Pajak

Trik Menghindari Sanksi Pajak Administrasi dan PidanaTahun 2015 merupakan kesempatan emas bagi masyarakat dan pengusaha di Indonesia yang belum memenuhi kewajiban perpajakannya untuk meningkatkan kepatuhan, sebelum dilakukan penegakan hukum di tahun 2016. Setelah tahun 2015 dicanangkan sebagai tahun pembinaan wajib pajak, yaitu dengan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi pajak. Kini dirjen pajak telah bersiap untuk melakukan penegakan hukum pajak besar-besaran di tahun 2016. Karena itu pembicaraan mengenai pajak saat ini sedang happening di social media.

Perlu diketahui bahwa dalam ketentuan perpajakan, ada dua macam sanksi pajak, yaitu sanksi administratif dan sanksi pidana. Sanksi administrasi biasanya berupa denda yang besarannya mulai dari 2%, 48%, 50%, 100%, 150%, hingga 200% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau dari kekurangan pembayaran pajak. Sedang sanksi pidana akan berakhir dengan menginap di hotel prodeo.

Sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp 100 ribu, dikenakan terhadap keterlambatan penyampaian SPT Tahunan PPh (Pajak Penghasilan) orang pribadi, dan SPT Masa untuk pajak-pajak selain PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Sanksi administrasi untuk keterlambatan penyampaian SPT Masa PPN adalah sebesar Rp 500 ribu. Sedangkan sanksi administrasi keterlambatan penyampaian SPT Tahunan PPh Badan adalah sebesar Rp 1 juta.

Bagaimana cara menghindari sanksi pajak tersebut? Mudah sekali, sampaikan SPT tepat waktu, sampaikan sebelum batas waktu penyampaian SPT berakhir. Batas waktu penyampaian SPT Tahunan orang pribadi adalah tanggal 31 Maret, sedangkan penyampaian SPT Tahunan Badan batas waktunya tanggal 30 April. Perpanjangan batas waktu diberikan maksimal 2 bulan, itupun hanya untuk SPT Tahunan saja, dengan melayangkan surat pemberitahuan kepada Dirjen Pajak melalui KPP setempat.

Untuk SPT Masa, batas waktu penyampaiannya adalah tanggal 20 bulan berikutnya, sedangkan SPT PPN Masa batas waktu penyampaian akhir bulan berikutnya.

Nah, kalau Anda menyampaikan SPT sebelum batas waktu, maka Anda akan terhindar dari sanksi administrasi pajak tersebut.

Sanksi administrasi pajak yang dirasa cukup berat adalah sanksi bunga. Denda 2% per bulan dari Dasar Pengenaan Pajak dikenakan terhadap kertelambatan atau kurang bayar. Selain itu masih ada prosentase yang lebih besar lagi, yaitu 48%, 50%, 100%, 150%, hingga 200% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP). Selain itu sanksi-sanksi tersebut dapat mejadi sanksi kumulatif, yaitu penggabungan beberapa sanksi, termasuk penggabungan sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Trik Jitu Untuk Menghindari Sanksi Pajak

Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan agar terhindar dari sanksi pajak.

  1. Isilah SPT dengan benar dan jujur. Cermatlah dalam mengisi, karena kurang bayar dapat menyebabkan Anda kena denda sebesar 2% hingga 200% dari DPP.
  2. Cermatlah dalam memungut dan atau memotong pajak. Karena ketidak cermatan Anda dapat mengakibatkan sanksi administrasi pajak sebesar 50-100% dari kekurangan pajak yang dipungut dan atau dipotong.
  3. Isilah faktur pajak dengan cermat, atau denda 2% per bulan membayangi Anda.
  4. Hindari aktifitas tindak pidana perpajakan. Contoh, pemberian faktur pajak palsu adalah merupakan tindak pidana perpajakan.

Terkait dengan sengketa pajak, dirjen pajak memberi kesempatan kepada wajib pajak untuk mengajukan permohonan keberatan, dan naik banding. Sekarang juga ada pengacara pajak yang akan mendampingi Anda dalam menghadapi sengketa pajak.

Artikel Bisnis Pilihan

Trik Jitu Hindari Sanksi Pajak

Trik Jitu Hindari Sanksi Pajak