Peluang Usaha Jilbab Dan Baju Muslim Lengkap Dengan Analisa Usaha

Usaha JilbabPeluang usaha jilbab dan baju muslim memiliki prospek yang besar mengingat Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia, apalagi tren hijab sedang naik daun saat ini. Belum lagi momen-momen tertentu seperti Idul Fitri, dimana kaum muslim berbondong-bondong mempersiapkan kebutuhan pakaian muslim di hari raya. Anda dapat memanfaatkan momen-momen tertentu tersebut dan meraup keuntungan dari usaha hijab dan baju muslim. Karena nilai belanja pada momen tersebut bisa melonjak 3 kali lipat dari hari biasa.

Dalam menekuni usaha jilbab dan baju muslim, Anda harus memperhatikan aspek desain. Dunia fashion adalah sebuah dunia yang terus bergerak, model dan desainnya selalu berganti. Baju muslim pun didesain mengikuti perkembangan jaman, sehingga tidak terkesan kaku dan kuno lagi. Anda harus memperhatikan dan selalu mengikuti selera pasar.

Seperti kata pepatah “Ada gula, Ada semut” dalam usaha jilbab dan usaha baju muslim pepatah tersebut juga berlaku. Potensi bisnis jilbab yang besar juga dibarengi dengan tingkat persaingan yang ketat. Pelaku bisnis jilbab banyak bermunculan baik secara online maupun offline. Anda harus memiliki keunggulan untuk dapat memenangkan persaingan, berikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan, dan selalu berinovasi.

Memulai usaha jilbab sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang matang. Anda harus memahami benar pangsa pasar yang hendak dibidik. Karena hal tersebut akan menentukan model jilbab dan busana muslim seperti apa yang harus Anda sediakan untuk calon konsumen. Di sisi lain Anda juga harus memahami peta kompetisi, kompetitor ada berapa, bagaimana karakter masing-masing kompetitor, pangsa pasar yang mereka bidik, harga, dan lain sebagainya. Hal ini akan memudahkan Anda mendesain strategi untuk dapat mengalahkan kompetitor.

Cara Memulai Usaha Jilbab

  1. Pengetahuan Tentang Busana Muslim
    Dalam usaha jilbab pengetahuan tentang tata cara berbusana secara syar’i merupakan hal yang penting. Mengenakan jilbab adalah bagian dari ibadah. Karena itu jilbab harus memenuhi kaidah yang telah ditentukan oleh agama. Model jilbab bisa saja disesuaikan dengan perkembangan fashion, namun fungsi jilbab sebagai bagian dari busana muslim harus menjadi perhatian utama.
  2. Kerjasama Dengan Produsen
    Pada tahap awal sebaiknya Anda tidak langsung memproduksi sendiri. Karena anda belum memiliki pengalaman dalam usaha jilbab. Sehingga jika Anda langsung produksi sendiri, resikonya sangat besar. Cari produsen yang bisa diajak kerjasama, yang memberikan harga lebih murah, dan support yang baik. Nanti setelah usaha mengalami perkembangan yang bagus, barulah Anda dapat mulai berpikir untuk melakukan produksi sendiri.
  3. Survey Kompetitor
    Setelah menemukan produsen untuk diajak kerjasama, langkah selanjutnya dalam memulai usaha jilbab adalah melakukan survey terhadap kompetitor. Ada berapa kompetitor di sekitar Anda, kisaran harga jual mereka, pangsa pasar yang mereka bidik, petakan dengan detail semua keunggulan dan kekurangan masing-masing kompetitor.
    Pada bagian mana Anda akan unggul dibanding kompetitor? Apa yang menyebabkan pembeli memilih membeli di tempat Anda dibanding membeli di tempat kompetitor?
  4. Mempersiapkan Modal
    Setelah siap dengan produk, dan siap menghadapi persaingan pasar, langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan modal. Setelah menemukan besaran angka modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha jilbab, selanjutnya adalah mempersiapkan modal itu sendiri. Darimana uang untuk modal bisnis jilbab tersebut? Anda dapat membiayainya dari uang pribadi, mengambil tabungan, menjual aset, atau memang sebelumnya Anda sudah mempersiapkan uang untuk modal usaha. Jika tidak memilikinya, Anda dapat mengajukan pinjaman pada lembaga perbankan (saat artikel ini saya tulis ada program KUR untuk UMKM dengan bunga yang sangat ringan), atau pinjam dari saudara atau teman. Alternatif lain, Anda dapat mencari orang untuk menjadi investor dalam usaha Anda dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan.
  5. Strategi Pemasaran dan Promosi
    Langkah kelima dalam memulai usaha jilbab adalah merancang strategi pemasaran dan promosi. Sebuah bisnis akan sia-sia tanpa penjualan. Karena itu Anda harus menyusun strategi pemasaran dan promosi untuk mendapatkan penjualan.

Analisa Usaha Jilbab

Modal Awal

  • Etalase: Rp 5.000.000,-
  • Lemari Pajang & Hanger: Rp 3.000.000,-
  • Papan Nama: Rp 500.000,-
  • Pembuatan Website: Rp 1.500.000,-
  • JUMLAH: Rp 10.000.000,-

Biaya Operasional

  • Sewa Tempat: Rp 1.000.000,-
  • Gaji 1 pegawai: Rp 1.000.000,-
  • Promosi: Rp 500.000,-
  • Listrik, Air, Internet: Rp 500.000,-
  • Lain-Lain: Rp 500.000,-
  • JUMLAH: Rp 3.500.000,-

Omset/Pendapatan

Asumsi per hari laku 100 pcs dengan harga @Rp 50.000,- dengan margin 20%, maka pendapatan per bulan:

= 25 pcs x (Rp50.000 x 20%) x 30 hari

= Rp 7.500.000,-

Keuntungan/Laba Bersih

= Pendapatan – Biaya Operasional

= Rp 7.500.000 – Rp 3.500.000

= Rp 4.000.000,-

Break Even Point

= Modal Awal / Keuntungan

= Rp 10.000.000 / Rp 4.000.000

= 2,5 bulan = 75 hari

Sahabat PoBis semoga mendapat gambaran dari uraian di atas. Sehingga dapat menjadi acuan bagi Sahabat PoBis yang hendak menekuni usaha jilbab dan baju muslim.

sumber gambar usaha jilbab: viva.co.id

Artikel Bisnis Pilihan

Peluang Usaha Jilbab Dan Baju Muslim Lengkap Dengan Analisa Usaha

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Peluang Usaha Jilbab Dan Baju Muslim Lengkap Dengan Analisa Usaha