Perbandingan Bentuk Badan Usaha Yang Ada Di Indonesia

Macam Jenis dan Bentuk Badan UsahaSahabat PoBis mau bikin usaha? Jenis dan bentuk badan usaha yang akan Anda pilih untuk usaha Anda? Pertimbangkan kelebihan dan kelemahan masing-masing bentuk badan usaha, dan sesuaikan dengan kondisi Anda.

Kalau saya pribadi menyarankan bentuk PT (Perseroan Terbatas), karena jika perusahaan punya kewajiban/hutang pada pihak ketiga, tidak akan melibatkan harta pribadi.

Tapi pilihan itu tergantung pada kebutuhan dan kondisi Sahabat PoBis sekalian. Berikut ini akan saya uraikan kelebihan dan kelemahan bentuk-bentuk semua badan usaha yang ada di Indonesia:

  1. Usaha Perseorangan
    Ini merupakan bentuk usaha yang paling sederhana. Sesuai dengan namanya, usaha perseorangan merupakan badan usaha yang dimiliki oleh satu orang. Dan segala resiko dari usaha tersebut ditanggung sendiri oleh orang yang bersangkutan. Pendirian tidak berbelit, punya duit, bikin usaha, jadi deh… Kebanyakan Usaha kecil menengah (UKM) merupakan usaha perseorangan. Usaha perseorangan cocok untuk usaha yang tidak membutuhkan modal besar. Dari segi pajak, tidak perlu membayar pajak badan usaha, hanya membayar pajak perorangan. Usaha perseorangan akan sulit mengikuti tender, karena biasanya untuk ikut tender dibutuhkan beberapa persyaratan legalitas yang tidak dimiliki usaha perorangan. Biasanya administrasi pada usaha perorangan tidak dikelola dengan baik, karena itu banyak usaha perseorangan yang tidak bisa berkembang.Kelebihan Usaha Perseorangan:
    – Mudah, pembentukannya tidak berbeli-belit
    – Biaya yang dibutuhkan untuk pendirian juga tidak banyak
    – Keputusan ada di tangan satu orang sehingga lebih mudah
    – Kewajiban pajak sebagai perorangan Kelemahan Usaha Perseorangan:
    – Modal sedikit
    – Sulit/Tidak bisa ikut tender karena tidak memiliki syarat legalitas
    – Kemampuan manajemen juga terbatas
    – Umur tidak panjang, terutama bila yang punya meninggal dunia, kadang ahli waris tidak ingin melanjutkan usaha
  2. Firma
    Merupakan bentuk usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih. Biasanya menggunakan satu nama bersama. Bentuk badan usaha ini dikelola secara bersama pula. Tanggung jawab pemilik firma (biasa juga disebut sekutu) bersifat tanggung renteng. Secara yuridis pembentukan firma diatur dalam Pasal 22 KUHD (Kitab Undang-undang Usaha Dagang). Bahwa perjanjian firma harus berbentuk akta otentik, akta notaris. Namun demikian karena ketiadaan akta otentik tersebut tidak merugikan pihak lain. Maka firma dapat juga dibentuk dengan perjanjian dibawah tangan, bahkan pada beberapa kasus para pihak hanya terikat pada perjanjian lisan saja. Kelebihan Firma:
    – Pembentukannya mudah, meski tidak semudah usaha perorangan
    – Jumlah modal lebih besar dari usaha perorangan
    – Kemampuan manajemen lebih besar dari perusahaan perorangan, karena ada pembagian kerja antara para pihak Kelemahan Firma:
    – Tanggung jawab pemilik tidak terbatas, sehingga jika ada kewajiban/hutang pada pihak ketiga, menjadi tanggung jawab bersama
    – Rawan terjadi perselisihan antara para pihak
    – Sulit/Tidak bisa ikut tender karena tidak memiliki syarat legalitas
    – Sulit menghimpun dana yang lebih besar
    – Jika salah satu firma meninggal, maka kelangsungan usaha berakhir
  3. CV atau Persekutuan Komanditer
    CV adalah sebuah bentuk badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih untuk tujuan bersama, dengan keterlibatan yang berbeda-beda diantara para pihak. Ada dua pihak (sekutu) dalam CV, yaitu sekutu aktif (komplementer) dan sekutu pasif (komanditer). Sekutu aktif secara aktif mengelola perusahaan dan bertanggung jawab terhadap segala resiko dan kewajiban pada pihak ketiga. Sedangkan tanggung jawab sekutu pasif hanya sebatas pada modal yang diserahkan sebagai investasi awal usaha, sekutu pasif tidak terlibat dalam mengelola perusahaan.
    Perlu dicatat disini bahwa, tanggung jawab sekutu aktif ini juga sampai pada penggunaan harta pribadi. Itulah kelemahan badan usaha CV ini. Karena tanggung jawab CV masih melekat secara tidak terbatas pada sekutu aktif. Kelebihan CV atau Persekutuan Komanditer:
    – Lebih mudah mendapatkan modal yang lebih besar dari perbankan
    – Bisa ikut tender
    -Kemampuan manajemen lebih baik, karena memiliki struktur organisasi yang baik
    – Sekutu pasif hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disetor Kelemahan CV atau Persekutuan Komanditer:
    – Pembentukannya relatif lebih sulit dibanding Firma
    – Tanggung jawab tidak terbatas pada sekutu aktif, sehingga apabila ada kewajiban/hutang pada pihak ketiga dapat merembet pada harta pribadi sekutu aktif
  4. PT atau Perseroan Terbatas
    Hampir sama dengan CV, Perseroan Terbatas ini dibentuk oleh dua orang atau lebih. Perbedaaannya, tanggung jawab hanya berlaku pada perusahaan, dan tidak melibatkan harta pribadi salah satu pihak. Dalam hal para pendiri tidak mau atau tidak ingin terlibat aktif dalam pengelolaan perusahaan, maka mereka dapat menunjuk pihak lain untuk memimpin perusahaan. Keputusan tertinggi dalam bentuk badan usaha Perseroan Terbatas ada pada rapat umum pemegang saham. Kelebihan PT atau Perseroan Terbatas:
    – Kewajiban terbatas pada modal yang disetor saja
    – Lebih mudah mendapatkan modal yang lebih besar dari perbankan
    – Bisa ikut tender
    -Kemampuan manajemen lebih baik, karena memiliki struktur organisasi yang baik
    – Umur perusahaan bisa lama, karena tidak tergantung pada individu Kelemahan PT atau Perseroan Terbatas:
    – Biaya pendirian relatif besar
    – Waktu yang diperlukan untuk mengurus perijinan juga relatif lama
    – Keuntungan yang dibagi akan dikenakan pajak deviden
  5. Koperasi
    Koperasi merupakan suatu badan usaha yang terdiri dari orang-orang atau badan hukum koperasi dengan tujuan untuk menyejahterakan para anggotanya. Dengan demikian anggota koperasi bisa terdiri dari orang-orang, atau bisa juga beranggotakan koperasi-koperasi. Koperasi primer paling tidak beranggotakan 20 orang. Koperasi sekunder paling tidak beranggotakan 3 koperasi. Koperasi melandaskan kegiatannya atas dasar kekeluargaan. Prinsip-prinsip koperasi:
    – Keanggotaan tidak boleh dipaksakan dan bersifat sukarela
    – Pengelolaan berdasarkan azas demokrasi
    – Pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil, sesuai porsi tiap anggota.

Selamat menimbang kelebihan dan kelemahan masing-masing jenis dan bentuk badan usaha, pilih yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

sumber gambar: yuwaka.web.unej.ac.id

Artikel Bisnis Pilihan

Perbandingan Bentuk Badan Usaha Yang Ada Di Indonesia

Perbandingan Bentuk Badan Usaha Yang Ada Di Indonesia