Panduan Lengkap Cara Buka Usaha Baru (Bag.4)

Cara Buka Usaha Baru Sisi Hukum dan Legalitas UsahaTidak terasa kita sudah di bagian keempat dari serial cara buka usaha baru. Pada bagian ketiga kita sudah membahas urat nadi bisnis, yaitu bagian keuangan. Sekarang tidak kalah pentingnya adalah sisi hukum dan legalitas usaha.

Banyak pengusaha yang luput memperhitungkan hal ini. Sisi hukum dan legalitas seringkali dikesampingkan. Ah, biarlah diurus nanti saja… atau Ah, biarlah asal tidak ketahuan aparat tidak apa-apa. Nanti kalau sudah mendapat teguran baru diurus…

Memang sisi hukum dan legalitas kadang tidak secara langsung memberi efek bagi cara buka usaha baru. Namun jika Anda berpikir panjang ke depan, Anda pasti paham betapa pentingnya sisi hukum dan legalitas usaha ini.

BAGIAN 4: SISI HUKUM DAN LEGALITAS USAHA

  1. Konsultasi dengan Pengacara, Penasehat Hukum, atau Notaris.
    Jangan lupakan masalah hukum dalam bisnis Anda. Jangan sampai bisnis Anda menuai masalah hukum di kelak kemudian hari. Karena itu pikirkan persoalan hukum dalam dunia usaha sejak dari awal proses cara buka usaha baru. Legalitas dan perijinan harus ada dalam rencana bisnis Anda. Legalitas meliputi: bentuk badan hukum usaha (Akta Notaris), NPWP dan masalah yang berkaitan dengan perpajakan, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), ijin gangguan (HO), dan perijinan lain. Dokumen kontrak, surat perjanjian, perjanjian kerja sama, dan dokumen-dokumen lain berkaitan dengan pihak lain harus sesuai dengan prosedur hukum.
    Ini merupakan aspek penting, tapi sering dikesampingkan oleh pengusaha. Jangan sampai usaha Anda terjerat masalah hukum. Jangan sampai bisnis Anda berakhir di penjara.
  2. Seorang Akuntan.
    Meskipun Anda mengerti keuangan dan akuntansi, meskipun Anda seorang yang cekatan dan dapat menangani keuangan. Anda masih perlu seseorang yang mengerti soal perpajakan. Pajak bisa jadi merupakan suatu hal yang rumit, dan jika Anda melakukan kesalahan bisa berakibat pada denda, bahkan lebih fatal lagi bisa membawa Anda ke hotel prodeo. Jangan sampai Anda kena sanksi pajak, silakan baca artikel saya berjudul Trik Jitu Hindari Sanksi Pajak.
    Tidak peduli berapa banyak uang yang dikelola dalam bisnis Anda, akuntan atau bagian keuangan haruslah orang yang dapat dipercaya. Karena keuangan bukan hanya hal yang penting bagi perusahaan, namun keuangan juga merupakan suatu hal yang sensitif.
  3. Bentuk Badan Usaha.
    Anda harus memilih bentuk badan usaha yang tepat untuk bisnis Anda sebagai cara buka usaha baru. Di Indonesia ada beberapa bentuk badan usaha yang lazim digunakan, diantaranya: Usaha Perorangan, Firma, CV (Persekutuan Komanditer), PT (Perseroan Terbatas), dan Koperasi. Untuk melihat perbandingan lengkap dari masing-masing bentuk badan usaha tersebut, silakan cek artikel saya sebelumnya yang berjudul: Kelebihan Dan Kelemahan Bentuk Badan Usaha Yang Ada Di Indonesia.
    Pemilihan bentuk badan usaha didasarkan pada pertimbangan kebutuhan, misal apakah usaha Anda ikut lelang/tender atau tidak, jika tidak ikut lelang, menggunakan bentuk usaha perorangan sudah cukup. Tapi jika usaha Anda berencana untuk ikut lelang/tender, maka perusahaan harus berbadan hukum seperti CV atau PT. Karena untuk bisa ikut lelang/tender biasanya dibutuhkan persyaratan legalitas usaha.
    Anda juga harus melihatnya dari sudut pandang perpajakan. Karena secara perhitungan pajak, bentuk badan usaha PT merupakan pilihan yang paling cocok. Selanjutnya, Anda juga harus memandangnya dari sisi investor. Perusahaan perorangan akan lebih sulit mendapatkan pendanaan. Perbankan maupun investor akan lebih percaya pada bentuk usaha yang berbadan hukum.
  4. Perijinan Lain.
    Untuk bidang usaha tertentu biasanya dibutuhkan ijin usaha tambahan. Seperti contohnya usaha kontruksi, sebaiknya Anda juga melengkapi bisnis Anda dengan SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi), usaha bidang pertambangan ada SIUJP (Surat Ijin Usaha Jasa Pertambangan). Belum lagi perijinan per project. Misal pembangunan perumahan membutuhkan perijinan berupa siteplan. Usaha pertambangan membutuhkan KP (Kuasa Pertambangan). Bisnis Anda bergerak di bidang apa? Cari tahu apakah ada perijinan lain yang diperlukan untuk usaha Anda. Jangan sampai ada yang terlupakan. Karena hal ini bisa mengganjal langkah Anda menuju kesuksesan berbisnis.
    Kadang cara buka usaha baru memang terkesan rumit, salah satunya karena masalah perijinan yang jarang kita ketahui. Tapi itu bukan alasan Anda untuk menghindari sisi hukum dan legalitas usaha. Justru Anda harus banyak mencari tahu hal-hal berkaitan dengan legalitas dan perijinan berkaitan dengan usaha yang Anda geluti.
  5. Kontrak Kerjasama
    Jika Anda bekerjasama dengan pihak lain, perhatikan surat kontrak kerjasama. Surat kontrak kerja sama sebaiknya memiliki kekuatan hukum, dan pastikan Anda memahami tiap-tiap poin dalam surat perjanjian kerjasama tersebut.

Jika masalah berkaitan dengan hukum dan legalitas usaha sudah beres semua, Anda akan lebih tenang dalam melangkah. Dan bisnis Anda pun dapat melenggang mulus tanpa hambatan hukum di masa mendatang. Semoga bagian keempat cara buka usaha baru ini dapat membantu masalah hukum dan legalitas usaha Anda.

Nah, selanjutnya bagian kelima dari serial cara membuka usaha baru, kita akan bahas tentang Pemasaran atau Marketing.

sumber gambar: treasurecoastlaw.org

Artikel Bisnis Pilihan

Panduan Lengkap Cara Buka Usaha Baru (Bag.4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Panduan Lengkap Cara Buka Usaha Baru (Bag.4)