Home » Manajemen » Konsep dan Pengertian Bisnis Syariah

Konsep dan Pengertian Bisnis Syariah

Bisnis SyariahBisnis syariah itu ribet dan susah banget! Eits.. Siapa bilang?! Justru sebenarnya bisnis syariah itu sederhana. Memang banyak yang langsung berkerut keningnya ketika diajak bicara mengenai bisnis syariah. Langsung terbayang konsep bisnis dengan pembukuan yang rumit dan istilah bahasa arab yang sulit dipahami.

Saya akui memang banyak orang yang salah kaprah, dan berasumsi bahwa perekonomian berbasis syariah  adalah apa yang selama ini dikenal dengan perbankan syariah. Padahal perekonomian berbasis syariah sendiri sebenarnya sangatlah luas, bukan melulu masalah perbankan.

Saat berbisnis tentu kita ingin agar bisnis kita berjalan sesuai jalur yang benar, yakni dijalankan secara syar’i sehingga bisa mendatangkan keberkahan Allah di dunia dan di akhirat. Sebagai umat Islam, tentu kita semua ingin usaha yang dijalankan tidak hanya mendatangkan keuntungan, namun sekaligus juga sesuai dengan syariat Islam. Sehingga bisa mendatangkan manfaat baik di dunia maupun di akhirat.

Pentingnya mengkonsumsi makanan yang halal, juga menuntut adanya usaha yang halal. Sebab kehalalan makanan juga berkaitan dengan cara mendapatkannya. Makanannya bisa jadi tergolong tidak haram, namun jika didapatkan dengan cara yang tidak halal, maka makanan tersebut menjadi tidak halal juga.

Pengertian Bisnis Syariah

Secara bahasa al-syari’ah (syariat) berarti sumber air minum (mawrid al-ma li al istisqa) atau jalan lurus (at-thariq al-mustaqiim). Sementara secara istilah, syariah bermakna perundang-undangan yang diturunkan Alla SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW, untuk seluruh umat manusia, baik menyangkut masalah ibadah, akhlak, makanan, minuman, pakaian, maupun muamalah (interaksi sesama manusia dalam berbagai aspek kehidupan) guna meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bisnis sendiri merupakan salah satu bentuk muamalah yang dibenarkan oleh Islam, yaitu usaha untuk mendapatkan keuntungan. Maka bisnis syariah adalah sebuah aktifitas usaha yang didasarkan pada aturan yang tertuang dalam Al-Qur’an, hadist, qiyas, dan ijma.

Konsep Bisnis Syariah

Seperti saya katakan diawal tulisan ini, bisnis syariah bukanlah suatu hal yang rumit. Namun sebaliknya justru sederhana. Asal mengerti konsep-konsepnya, insya’allah Anda dapat menjalankan bisnis secara syar’i. Nah, kali ini saya akan menguraikan konsep-konsep bisnis syariah menurut Dr Muhammad Syafii Antonio, seorang pakar ekonomi syariah.

  1. Produk yang dijual harus halal.
    Bisnis syariah tidak memperdagangkan produk yang diharamkan dalam syariat islam, seperti: babi, darah, bangkai, khamar (minuman keras), maysir (perjudian), traficking (penjualan manusia), dan pelacuran.
  2. Bisnis terbebas dari unsur riba.
    Segala sesuatu “tambahan keuntungan” yang diterima dengan tanpa dapat dibenarkan oleh salah satu pihak dalam suatu transaksi perdagangan disebut riba al-fadl, termasuk juga riba dari bunga bank.
  3. Akad dasar transaksi harus terbebas dari gharar (ketidakpastian) dan maysir.
    Gharar adalah unsur ketidakjelasan dalam transaksi, ada sesuatu yang disembunyikan. Sedangkan unsur maysir adalah unsur untung-untungan yang didalamnya mengandung perjudian. Prinsip ini menegaskan kepada kita, selaku pebisnis yang terikat dengan syariat Islam, harus melepaskan setiap aktifitas bisnis daru unsur gharar dan maysir. Artinya dalam setiap transaksi bisnis harus jelas, baik dari sisi akad maupun implikasi yang ditimbulkan oleh akad tersebut.
  4. Adanya ijab qabul (tawaran dan penerimaan) antara dua pihak yang melakukan transaksi.
    Dengan adanya ijab qabul, maka akan ada kesepakatan yang jelas antara apa yang didapat dan apa yang tidak didapat oleh pembeli. Dengan kesepakatan bersama, tawaran dan penerimaan antara kedua belah pihak, suatu bentuk transaksi akan menjadi sempurna.
  5. Dalam perdagangan harus adil.
    Prinsip keadilan harus selalu dipegang dalam bisnis syariah. Setiap transaksi harus terbebas dari dzulm yang berarti “aniaya”, memperlakukan dengan kesewenang-wenangan, lawan kata dari adil. Islam melarang perbuatan dzalim dalam segala hal, termasuk dalam praktek bisnis. Dzulm dapat merugikan salah satu pihak.

Semoga konsep bisnis syariah yang saya paparkan dalam tulisan ini dapat menambah khasanah bisnis Sahabat PoBis. Untuk lebih memperdalam, saya sarankan untuk mengkaji bisnis syariah dari sumber lain. Dan semoga bisnis yang kita jalankan dapat mendatangkan keuntungan, dan dapat memberi manfaat pada orang-orang dan lingkungan di sekitar kita. Lebih dari itu, semoga kita dapat menggapai berkahNYA melalui bisnis yang kita jalani… Amiinnn…

sumber gambar: goukm.id

About Heri Kusdianto

Pernah berprofesi sebagai pewarta foto, penulis freelance, bekerja di bidang pertanian, dan terakhir di bagian pajak sebuah perusahaan pertambangan.
Sekarang fokus di dunia kewirausahaan. Dan PojokBisnis ini merupakan wadah berbagi dan belajar segala hal mengenai bisnis dan kewirausahaan. Dengan harapan dapat turut mengembangkan iklim dan menumbuhkan lebih banyak wirausahawan mandiri di Indonesia.

Siapa tahu ada diantara kolega Anda yang membutuhkan artikel ini, Anda dapat share melalui tombol social media yang sudah disediakan.

Check Also

Cara Mengelola Sistem Modal Kerja Dengan Siklus Operasi

Cara Mengelola Sistem Modal Kerja Dengan Siklus Operasi

Salah satu aspek penting yang harus dipahami pebisnis dengan usaha yang mereka jalankan adalah bagaimana …

Tuliskan Komentar Anda Untuk Konsep dan Pengertian Bisnis Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Demikian artikel Konsep dan Pengertian Bisnis Syariah