Home » Kisah Sukses » Bisnis Lampu Hias Untuk Kamar Anak

Bisnis Lampu Hias Untuk Kamar Anak

Bisnis Lampu Hias Untuk Kamar Anak Suasana PameranIde bisnis bisa datang dari mana saja, itulah yang dialami Eny Widyastuti Pramutiasari yang kini menekuni bisnis lampu hias untuk kamar anak. Awalnya Tia, begitu dia biasa dipanggil, menemui kesulitan saat mencarikan lampu hias untuk kamar anak-anaknya. Kemudian Sarjana Arsitektur Universitas Indonesia ini membuat lampu dengan desain sendiri. Belakangan desain lampu karya Tia bukan saja memberi aksen pada kamar anaknya, tetapi juga menghiasi banyak kamar anak dan remaja.

Lampu karya Tia banyak disukai karena desainnya yang unik, seperti lukisan sederhana yang dibuat anak-anak. Ada yang berbentuk bunga, capung, matahari, bulan, bintang, apel, strawberry, dan mobil. Cara membuatnyapun cukup mudah. Kerangka lampu dibuat dengan menggunakan kawat yang dibentuk berdasar pola. Kerangka kawat tersebut kemudian ditutup dengan kap lampu yang terbuat dari kain beludru.

Namun sebelumnya, kerangka lampu terlebih dahulu diberi pelapis plastik mika. Barulah kemudian kain beludru ditempelkan dengan menggunakan lem pada mika dan dijahit pada kerangka kawatnya. Bahan beludru sengaja dipilih karena bahan itu dapat mengeluarkan warna-warna cerah ketika terkena sinar lampu, tanpa menyilaukan mata. Sehingga nyaman digunakan di kamar tidur anak. Sedangkan plastik mika dipilih karena tidak mudah robek.

Daya listrik yang digunakan untuk lampu hias buatan Tia ini tidak bolah terlalu besar, maksimal bohlam 25 watt. Kalau terlalu besar dayanya, kap lampu yang terbuat dari plastik mika bisa meleleh kepanasan.

Sesuai dengan karakter anak yang ceria, Tia memilih kain beludru dengan warna cerah, seperti merah, kuning, biru, hijau, dan merah muda atau pink. Sehingga selain berfungsi sebagai penerang dan penghias ruangan, Tia berharap lampu itu dapat menumbuhkan imajinasi anak.

Memulai Bisnis Lampu Hias Untuk Kamar Anak

Waktu itu Tia hanya membuat lampu untuk dipajang di kamar anaknya. Setelah lampu selesai dibuat, maka dipajanglah lampu tersebut di kamar anaknya. Suatu hari teman Tia datang dan tertarik untuk memasarkan lampu hias buatannya.

Lantas berapa modal awal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis rumahan ini? Tia mengaku hanya dengan modal awal Rp 5 juta bisnis lampu hias miliknya diawali. Dengan uang modal itu Tia membuat beberapa lampu dan brosur, serta menyewa stan pameran.

“Waktu itu saya gambling karena belum tahu produk saya ini diterima pasar atau tidak. Jadi tidak memproduksi dalam jumlah banyak,” ujar Tia.

Tahun 2003 Tia mendapat tawaran dari seorang teman untuk berbagi tempat di pameran kerajinan Indonesia (Inacraft) di Jakarta Convention Center. Pada pameran itu produk Tia cukup laku. Melihat adanya peluang ini, Tia semakin rajin mengikuti pameran dan bazar. Usaha rumahan yang dirintis Tia ini membuatnya punya lebih banyak waktu untuk keluarga.

Tips Menyiasati Persaingan Bisnis Ala Tia

Bisnis lampu hias merupakan sebuah bisnis kreatif, karena itu unsur desain produk memiliki peran yang sangat penting. Untuk menyiasati persaingan, Tia mencoba untuk mengembangkan desain yang sudah ada. Meski begitu Tia tetap mempertahankan desain yang sederhana.

Tips: Mengembangkan desain, jalin komunikasi dengan customer, ide desain baru kadang justru muncul dari customer.

Sebagian besar lampu yang dibuat Tia adalah lampu dinding dan lampu duduk. Sebenarnya banyak juga konsumen yang minta dibuatkan lampu gantung dan lampu langit-langit yang bisa ditempel di plafon, namun Tia belum bisa memenuhi karena keterbatasan tenaga.

Selain memakai beludru, Tia juga menggunakan kain parasut sebagai penutup lampu. Ide memakai kain parasut itu bermula ketika ada konsumen yang ingin menggunakan lampu buatan Tia untuk hiasan luar ruang (outdoor).

Sekarang Tia juga sedang mencoba untuk menggunakan bahan selain beludru dan parasut.

“Saya pernah membuat penutup untuk kap lampu dari bahan tenun, tetapi ternyata kurang laku.” Tutur Tia.

Untuk mengembangkan desain Tia banyak melakukan komunikasi dengan konsumen. Tidak jarang ide desain baru justru muncul dari pelanggan. Selain itu Tia juga mendapatkan ide desain dari buku cerita anak.

Demikianlah Tia telah berhasil mengembangkan bisnis rumahan dari ide bisnis yang tidak diduga. Dan mampu bertahan dalam persaingan bisnis lampu hias. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi Sahabat PoBis.

sumber gambar: nostalgia.tabloidnova.com

Baca Juga:

About Heri Kusdianto

Pernah berprofesi sebagai pewarta foto, penulis freelance, bekerja di bidang pertanian, dan terakhir di bagian pajak sebuah perusahaan pertambangan.
Sekarang fokus di dunia kewirausahaan. Dan PojokBisnis ini merupakan wadah berbagi dan belajar segala hal mengenai bisnis dan kewirausahaan. Dengan harapan dapat turut mengembangkan iklim dan menumbuhkan lebih banyak wirausahawan mandiri di Indonesia.

Siapa tahu ada diantara kolega Anda yang membutuhkan artikel ini, Anda dapat share melalui tombol social media yang sudah disediakan.

Check Also

Usaha Ibu Rumah Tangga Modal Kecil Dengan Nugget Sayuran

Usaha Ibu Rumah Tangga Modal Kecil Dengan Nugget Sayuran

Usaha ibu rumah tangga modal kecil berikut ini adalah kisah Aning yang sukses merintis usaha …

Tuliskan Komentar Anda Untuk Bisnis Lampu Hias Untuk Kamar Anak

Demikian artikel Bisnis Lampu Hias Untuk Kamar Anak